IBX5A755AC94D1D5 APAPUN PASTI ADA DISINI: Gadis Hujan IBX5A755AC94D1D5

Sunday, January 6, 2013

Gadis Hujan

Gadis Hujan(Edited by Vita Pratama)

oleh Pandu Ramadhan D A pada 15 Oktober 2012 pukul 11:59 ·
 
 
Halo Guys , setelah sekian lama ngendon dan merenungi kemandulan produksi tulisan gue , ini sekalinya muncul malah ngelanjutin tinlit lagi haha . You miss my writing , right ? Ini tulisan mentah gue , lanjutan cerpen Gadis Hujan sebelumnya .Seperti biasa ini jelas setoran buat editor gue yang paling unyu sejagad raya , pacar gue sendiri hehe , dan dengan lapang dadajuga gue menerima cacian untuk cerbung ternajis ini haha . So here we go !


Kamu nantinya akan terus menjadi saintis, kan ? dan aku akan tetap menjadi kuli tinta yang lemah . Sudah sepantasnya , aku seorang penghayal berotak tiram menjauh dari kehidupan yang dikelilingi oleh kebenaran statistika yang kamu sebut fakta ilmiah . Karena jika dihitung secara matematis penghayal tak bisa bersatu dengan seorang saintis .

" Hei , kamu tahu ? Ctm hanya akan membuat perutmu sakit . "
" Kamu hanya berasumsi . "
" Itu fakta !"


Sejak kenal denganmu , entah berapa ribu kata 'fakta' menyelinap dalam telingaku ,lalu bersemayam di otakku , yang seperti pernah katakan , otak tiram . Aku sudah lama tak berjumpa dengan kata 'fakta' , atau induknya 'logika' , sejak mengenal 'kisah' dan beberapa dongeng dari para tetua . Aku tak bisa memelajari bagaimana kamu begitu percaya dengan fakta ilmiah , atau dalam hal ini , kamu begitu percaya bahwa ctm yang baru saja aku minum akan membuatku sakit perut . Padahal disisi lain , kamu mengenyampingkan sisi yang lebih penting dari ctmku ini , aku mudah terlelap .


Aku benar-benar bingung , atau lebih tepatnya benar-benar tak tahu , mengapa kamu bisa semenarik ini untuk aku kisahkan .

" Dengar , di dnia ini tidak ada yang kebetulan . Semuanya terencana secara sistematis dan terhitung matematis . Jika kamu terus-terusan minum pil kuning ini , ginjalmu akan rusak !"
" Jika itu bisa membuatku bisa bersamamu seharian , itu bukan masalah "
" Ini bukan asumsi , baca ini !"
"Tidak ada buku lain selain buku bergambar ginjal ?"
"Kamu bisa membacanya kapan pun kamu mau . Sekarang waktumu untuk makan siang . "

Makan siang ? Tapi aku tidak lapar . Bola matamu mengenyangkanku . Aku berlebihan ? Karena sepertinya tak akan ada penyair yg mengatai bola mata pujaan hatinya bagaikan sandwich yg menggoda .


Setiap kali kita makan bersama seperti saat ini , aku benar-benar meminta lebih . Entah ini harapan atau sikap optimis , yang pasti sosokmu tak cukup untuk dijadikan sumber kebahagiaan dari hubungan berpacaran saja , akan tetapi ada hubungan yang lain , hubungan yang lebih dari ini .

Entahlah , sejak kita berteman dengan kawanan rintik hujan , nampaknya kamu lebih bersahabat dengan rayuanku . Mungkinkah saintis akan takhluk ditangan penghayal ? Jika dilihat dari kacamata temanmu yang tidak tahu arti romantisme itu , mungkin jawabannya adalah 'tidak' . Beauty and the Beast versi sekarang , zaman semodern ini mungkin sangat tidak pas jika dikorelasikan dengan si cantik jelita dan seekor monyet . Karena sebenarnya kisah itu tidak hanya tentang paras , tetapi juga strata . Dokter harus menikah dengan dokter . Kuli tinta harus menikah dengan yah entahlah yang pasti bukan dengan strata diatasnya . Tapi jika aku (atau kamu , mungkin) yang melihat , jawabannya adalah IYA . Bukankah selama ini sudah cukup menjadi alasan ? Apakah kebersamaan kita seperti ini kurang cukup ?

" Dib , kamu mau namabh ?"
"Tentu saja "
"Tapi , Dib , sebanyak apapun kamu makan , kamu gak akan gemukan jika kamu tetep minum ctm terus . '
" Ehm... bolehkah aku makan bagianmu sekarang , Nona ?"
"Ish.. stubborn . "
" Kamu begitu menggemaskan saat ngambek , do you know that :) ?"
" Halloooo jangan sampai ya pipiku kena saus !"
" Did you think that I just wanna kiss your cheek , Babe ? Oh come on :) "
" Oho . Kamu pikir aku berpikiran akan dicium sama kamu gitu ? Sedangkan dalam konteks ini , tanganmu yang belepotan , bukan bibirmu !"
" By the way , darimana kamu mendapatkan kosa kata 'konteks' ?"
" Yang jelas bukan dari buku anatomi !"
" So ?"
" Penting ya buat kamu ?! "

Aku kerap menahan tawa setiap kali kami membicarakan hal berbau garis batas antara saintis dan sastrawan . Kamu benci sikapku yang seperti ini . Aku masih ingat ketika kita benar-benar bicara empat mata , setelah beberapa kali mencuri pertemuan  hasil kompromi antara waktu dan hujan .


Di halte usang , halte yang mempunyai jasa atas hubungan ajaib ini , aku pertama kalinya memperkenalkan diriku dengan mantap bahwa aku seorang kuli tinta di jurnal sosiologi , dan kamu , dengan malu-malu memperkenalkan dirimu sebagai seorang calon dokter .

" Adakah kisah tentang dokter dan kuli tinta yang hidup bersama ?"
" Hah ?! " Kamu nampak terkejut namun terlambat menyembunyikan rona merah muda yang dengan jelas merambati pipimu , membuatnya semakin merona . Aku tersenyum menikmati keindahan parasmu .

" Maaf aku bicara terlalu intim "
" Bukan tentang kamu tertlalu pagi untuk mengatakan hal itu , tapi tentang kesombonganmu atas profesimu "
" Aku tidak sombong , aku hanya berjaga-jaga "


Keesokan harinya , entah kamu sengaja menghindar dari perbincangan sebelumnya atau kamu memang ingin pertemuan yang lebih hangat dari sekedar secangkir teh yang dikacaukan oleh perdebatan saintis dan sastrawan , yang pasti aku selalu membawa satu teko rindu untuk kita nikmati dimana saja kita akan bertemu , mencuri sela waktulu dari mesin ketik dan waktumu dari pasien-pasienmu .


" Nanti sore jemput aku diklinik . "
Aku selalu suka caramu mencium pipiku , cepat , singkat namun mendebarkan . Aku , seperti biasa , ditinggalkan dalam keadaan kenyang di perut , lapar di hati .


From : Emily
Nanti malam , sepenuhnya aku milikmu . Easy , Babe :* .


That's it. Pesan sebelum bergumul dengan berjuta kata .


Dia berbeda . Absolutely sweet . Berbeda dengan temannya yang buta romantisme kata . Sungguh bodoh dan tak tahu akan manfaat kekayaan kata untuk sebuah hubungan . Kata adalah diagnosa , vonis dan eksekusi . For God's sake , aku tidak pernah lupa darimana aku mendapat julukan otak tiram .


" Lagi nungguin pacar lo ?"
" Iya . Temen lo juga kan dia ?"
" Haha only if you know , women sometimes need a reality to go ahead . "
" Gue punya realita . "
" Berapa duit yang lo dapetin dari nulis sampah aneh lo itu ? Sejuta ? Seratus ribu ? Atau cuma seribu ?"
" Tulisan gue yang mana ? Tentang sains , sosiologi atau puisi ?"
" Selisih berapa sen tiap rubruknya ? Lo sebenernya gak ngerti apa-apa tentang cara kerja sains mengatur hidup , hanya orang berotak tiram yang berani mengritik El Fadl . "
" Lo juga gak ngerti apa-apa tentang tulisan gue ."
" Haha man , gue gak buta aksara . "
" Iya lo pinter baca tulis tapi lo gak pinter menelaah , kayanya sih lo gak punya otak kanan . "
" Oh lo nantangin gue ?! Lo kira kolumnis itu keren ?! Lo kira lo lebih pinter dari gue ?! Jangan mentang-mentang lo bisa macarin cewek pinter lo blagu sama gue ! Otak tiram !! "

Bukan kamu kalau tidak menghawatirkanku . Kamu yang melerai kami dan kamuyang membuat calon dokter sialan itu tidak jadi memukul wajahku . Entah sejak kapan universitas di negeri ini mau menerima mahasiswa tak berotak kanan seperti dia . Sebenarnya pertikaian antara otak kiri dan otak kanan bukanlah kisah klasik antara anak eksak dan non eksak , tapi juga tentang ego strata atas ilmu pengetahuan dan sandang yang ditorehkan dari kedua otak tersebut . Sekali lagi , ini juga menyangkut dongeng Beauty and the Beast . Aku tak peduli jika rekan setimmu mengatakan aku si buruk rupa . Bukan hanya karena kecantikanmu yang sangat magis dimataku dan juga penyinergian otak kanan dan otak kirimu yang begitu menakjubkan . Kamu bukan hanya dokter pintar dan baik hati , tapi juga penyihir yang memesona , menjatuhkanku kedalamnya sedemikian ini . Aku sungguh bertekuk lutut padamu .

Aku akan jauh lebih tenang jika kamu menangani pasien nenek-nenek atau anak-anak saja , daripada mas-mas , om-om bahkan kakek-kakek sekalipun . Meskipun aku tahu pasti , aku tak tergantikan dihatimu , aku masih saja risi jika melihat kamu digoda laki-laki lain . Entah ini cemburu atau posesif .

Heaven knows , it's the beginning . I have to go picking you up . On foot , of course . Bukan aku tak punya motor atau sepeda untuk menjemputmu , namun aku lebih menyukai jalan kaki untuk memperlama waktu kebersamaan kita :)

Melihat deretan panjang di klinikmu , aku harus bergegas mengais-ngais stok kesabaranku untuk menunggumu dan dengan manja aku akan menampakkan wajah kesalku di tempat dimana kamu bisa melihat ekspresiku melalui kaca jendela . Aku tak mau tahu alasanmu , malam ini harus benar-benar terbayar .

" Kamu mau kita pulang jam berapa ?"
Kamu terlalu menyepelekan waktu , seperti tidak memikirkan waktu kamu harus intirahat dan menanggapi sms pasien-pasienmu , waktu aku harus berperang dengan mataku sendiri agar aku bisa tidur .

" Sampai besok pagi !" sahutku ketus .
" Ini yang cewek kamu atau aku sih ? Kok jadi kamu yang manja gini "
" Di zaman kesetaraan gender gini kamu bisa ngomong seperti itu ? Jika kita ada di Amerika , aku bisa tuntut kamu karena berperilaku seksis . "
" dan kamu akan jadi laki-laki pertama yang jadi penuntut kesetaraan gender "
" Oh ya ?"
" Haha ayo kita makan , Sayang , aku lapar ."


Senja adalah waktu yang paling jujur bagi semua pasangan yang belum mandi seperti kami . Kita sama-sama lengket , yah masih lengketan aku sih daripada pacarku ini . But , honestly it can measure how good your prospect is with your partner . Katanya kalau sudah tidak merasa jijik satu sama lain , artinya berjodoh .


" Masa sih ?"
" Iya . Aku pernah baca dimana gitu. Misalnya aku sering ngomongin kapan aku pup, terus kamu gak jijik . Kamu bau asem gini aku juga biasa aja , berarti kita jodoh gitu . "
" Ah asumsi . Tapi aku bisa ngambek ya kalau kamu kentut atau bilang pengen pup pas kita lagi makan gini "
" Hahaha mungkin , tapi so far secara statistik emang bener deh , bayangin aja papa mama kita pas tidur kan emang adu kentut , pakai satu kloset , ya gak sih ? Mereka juga tetep barengan , terus .... "
" DIBYA AKU MARAH ! "
" Iya iya maaf haha gitu aja marah "
" Ini bukan masalah jodoh atau enggaknya , tapi masalah sopan santun . Sebelum kamu ngomongin jorok aku bisa ngerasain kalau ikan Dory ini enak banget , tapi setelah kamu ngomong jorok rasanya tuh hambar . '
" Baby , please , kamu tuh bilang hambarnya pas udah abis ya "
" Iiihh ngeselin :* ! "
" Di kamus kita , ngeselin itu beda tipis lho ya sama ngegemesin "


writte by https://www.facebook.com/notes/pandu-ramadhan-d-a/gadis-hujanedited-by-vita-pratama/545002155515728?__req=25

Translate